BEM AKATIRTA Selenggarakan Pelatihan QGIS, EPANET, dan AutoCAD (QEPAC),  untuk Mendukung Pengelolaan Air Minum Berbasis Teknologi

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akademi Teknik Tirta Wiyata (AKATIRTA) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan QGIS, EPANET, dan AutoCAD (QEPAC) dengan tema “Pengembangan Keterampilan Digital Mahasiswa untuk Pengelolaan Air Minum Berbasis Teknologi”. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja strategis BEM yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor pengelolaan air minum dan perencanaan infrastruktur teknik lingkungan. Perkembangan teknologi digital menuntut lulusan teknik untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengoperasikan perangkat lunak teknis yang banyak digunakan di dunia profesional. Oleh karena itu, pelatihan ini difokuskan pada penguasaan tiga aplikasi utama, yaitu QGIS sebagai alat pemetaan dan analisis geospasial, EPANET sebagai perangkat simulasi hidraulik jaringan distribusi air minum, serta AutoCAD sebagai perangkat lunak desain dan gambar teknik

Pelatihan dilaksanakan selama beberapa hari, yakni pada tanggal 8–9 Desember 2025 untuk pelatihan EPANET, 10 Desember 2025 untuk pelatihan AutoCAD, dan 11 Desember 2025 untuk pelatihan QGIS. Kegiatan ini diikuti oleh (±) 150 peserta pelatihan dari mahasiswa Akatirta, hal ini menunjukkan antusiasme peserta pelatihan yang tinggi terhadap peningkatan kompetensi digital. Pelaksanaan pelatihan dilakukan secara praktik langsung (hands-on) dengan pendampingan intensif, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung pada studi kasus yang relevan dengan sistem penyediaan air minum.

Materi EPANET disampaikan oleh R. Gagak Eko Bhaskoro, S.T., M.Sc., CA., CT., BNSP, membahas dasar-dasar pemodelan jaringan pipa, input data hidraulik, hingga simulasi distribusi aliran dan tekanan dalam sistem penyediaan air minum. Melalui materi ini, peserta dilatih untuk memahami bagaimana kinerja jaringan distribusi air dianalisis secara komprehensif menggunakan pendekatan berbasis simulasi.
Selanjutnya, materi AutoCAD dibawakan oleh Rio Aditya Permana, S.T., M.T., memberikan pemahaman mengenai teknik dasar hingga lanjutan dalam pembuatan gambar teknik. Peserta diajarkan cara menyusun layout jaringan pipa, melakukan pengeditan gambar, serta membuat gambar teknis yang sesuai dengan standar perencanaan infrastruktur. Materi ini menjadi penting sebagai pendukung visualisasi desain yang dapat digunakan dalam dokumen perencanaan maupun laporan teknis.
Sementara itu, materi QGIS disampaikan oleh Reosa Andika Firmansyah, S.Si., M.Sc., CT., BNSP, yang menitikberatkan pada pengolahan data spasial, digitasi peta jaringan, serta pemanfaatan data geospasial dalam perencanaan sistem distribusi air minum. Peserta dilatih untuk mengintegrasikan data spasial dengan kebutuhan perencanaan teknis, sehingga mampu menghasilkan peta yang informatif dan akurat.

Melalui pelatihan QEPAC ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan ketiga aplikasi tersebut dalam satu alur kerja yang utuh, mulai dari pemetaan wilayah layanan menggunakan QGIS, analisis hidraulik jaringan menggunakan EPANET, hingga penyusunan gambar teknis menggunakan AutoCAD. Integrasi ini mencerminkan proses perencanaan sistem penyediaan air minum yang banyak diterapkan di instansi seperti PDAM, konsultan perencanaan, maupun lembaga teknis lainnya.
Ketua Pelaksana kegiatan, Satriaji Rais Izzat, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang agar mahasiswa memiliki bekal keterampilan yang aplikatif dan siap digunakan di dunia kerja. Selain memperoleh pengalaman praktik, peserta juga mendapatkan sertifikat pelatihan sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi dan kompetensi yang telah diperoleh selama mengikuti kegiatan.
Dengan terselenggaranya Pelatihan QEPAC ini, BEM AKATIRTA berharap dapat terus berperan aktif dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, sehingga lulusan AKATIRTA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang mumpuni dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di bidang pengelolaan air minum dan teknik lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *