ILMU BISNIS DARI KEGIATAN STUDI BANDING KOPMA AKATIRTA BERSAMA KOPMA UNY 2026

Di tengah perkembangan era modern yang menuntut kecepatan, inovasi, dan adaptasi, koperasi mahasiswa tidak lagi cukup hanya berjalan secara konvensional. Menyadari hal tersebut, Koperasi Mahasiswa (Kopma) Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang melaksanakan kegiatan studi banding bersama Kopma Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada tanggal 16 Mei 2026 yang bertempat di lingkungan Kampus UNY. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Koperasi Mahasiswa yang Berkelanjutan di Era Modern” sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas organisasi melalui pembelajaran langsung dari koperasi mahasiswa lain.

Studi banding ini diikuti oleh 46 peserta, yang terdiri dari 16 peserta dari Kopma Akatirta dan 30 peserta dari Kopma UNY. Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 07.00 WIB dengan berkumpulnya peserta di Kampus Akatirta. Pada pukul 07.30 WIB, rombongan berangkat menuju Kampus UNY dan tiba pada pukul 10.00 WIB untuk memulai kegiatan inti. Setibanya di lokasi, kegiatan dibuka oleh Master of Ceremony (MC) pada pukul 10.00 WIB, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kopma UNY pada pukul 10.10 WIB dan Ketua Kopma Akatirta pada pukul 10.15 WIB yang menekankan pentingnya kolaborasi dan pengembangan bersama.

Memasuki sesi utama, pada pukul 10.20 WIB Kopma Akatirta menyampaikan pemaparan mengenai profil organisasi, struktur kepengurusan, serta memaparkan program kerja Kopma Akatirta selama 1 periode. Selanjutnya, pada pukul 11.00 WIB, Kopma UNY menyampaikan pemaparan terkait sistem manajemen koperasi, inovasi usaha, serta strategi pengembangan organisasi yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Pada pukul 11.30 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan Ishoma sebelum memasuki sesi inti. Puncak kegiatan berlangsung pada pukul 12.10 WIB melalui Forum Group Discussion (FGD) yang berlangsung aktif dan interaktif.

Dalam sesi FGD tersebut, peserta memperoleh berbagai pembelajaran praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan koperasi maupun kegiatan usaha sehari-hari. Salah satu pembahasan yang cukup penting adalah cara menentukan barang yang perlu dianggarkan lebih banyak, yaitu dengan mencatat penjualan harian dan merekapnya secara berkala untuk melihat pola permintaan. Pendekatan ini dipadukan dengan pengelompokan produk berdasarkan kategori, sehingga memudahkan dalam menentukan barang dengan tingkat perputaran tinggi (fast moving) yang perlu diprioritaskan ketersediaannya.

Selain itu, terdapat praktik menarik berupa penataan display barang berdasarkan tingkat penjualan, di mana produk yang paling sering dibeli ditempatkan pada posisi yang mudah dijangkau konsumen. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat beli tanpa harus menambah banyak variasi produk. Dalam hal persaingan usaha, koperasi mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengandalkan harga, tetapi juga membangun kedekatan dengan konsumen serta fleksibilitas layanan, seperti menyediakan sistem pemesanan barang (pre-order) sesuai kebutuhan mahasiswa.

Salah satu pembelajaran yang paling aplikatif adalah terkait teknik negosiasi dan pendekatan dalam melayani konsumen. Dalam praktiknya, penjual tidak langsung menyebutkan harga ketika ditanya mengenai produk termurah, melainkan terlebih dahulu menggali kebutuhan konsumen. Pendekatan ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan sederhana terkait tujuan pembelian, sehingga penawaran dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang sebenarnya.

Selain itu, digunakan pula teknik penyusunan pilihan (option framing), di mana penjual menawarkan produk dengan harga yang lebih tinggi terlebih dahulu sebagai pembanding, kemudian diikuti dengan alternatif yang lebih terjangkau. Pendekatan ini secara psikologis mendorong konsumen untuk memilih opsi yang dianggap paling sesuai antara harga dan manfaat. Dalam negosiasi dengan supplier, strategi yang digunakan tidak hanya berfokus pada penurunan harga, tetapi juga pada pembangunan hubungan jangka panjang. Secara teknis, hal ini dilakukan dengan melakukan riset harga pasar, menentukan batas harga yang dapat diterima, serta menyampaikan potensi kerja sama berkelanjutan, seperti pembelian rutin atau dalam jumlah tertentu.

Pada pukul 13.10 WIB, sesi FGD ditutup dengan rangkuman hasil diskusi. Selanjutnya, pada pukul 13.15 WIB dilaksanakan penyerahan plakat sebagai simbol kerja sama antara Kopma Akatirta dan Kopma UNY, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama. Acara resmi ditutup pada pukul 13.25 WIB. Melalui kegiatan studi banding ini, Kopma Akatirta diharapkan memperoleh berbagai manfaat, di antaranya mendapatkan ide, pembelajaran, serta referensi sistem manajemen yang lebih matang, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat profesionalisme dan kredibilitas Koperasi Mahasiswa di lingkungan kampus. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung penguatan Unit Kegiatan Mahasiswa berbasis kewirausahaan, meningkatkan citra kampus, serta membuka peluang kolaborasi antar Lembaga Kemahasiswaan antara Akatirta dan UNY. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Kopma Akatirta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga memiliki bekal yang lebih konkret dan aplikatif untuk mengembangkan Koperasi Mahasiswa yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan di era modern. -Kopma Akatirta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *